Komitmen diri sendiri.

Hari ini aku mulai tersadar. Akan beberapa cerita dalam kehidupan. Akan beberapa hal yang akan aku lalui atau harus aku terima.

Aku harus berkomitmen, tidak akan ada kata-kata kasar lagi mulai hari ini. Aku sangat menyayangi anakku.

Kehendak Allah.

Dalam hidup ini beragam hal bisa terjadi. Apapun itu adalah atas kehendak Allah. Seseorang menjadi muslim, adalah atas kehendak Allah. Seseorang dilahirkan di keluarga muslim, itu juga adalah kehendak Allah.

Allah menginginkan dan memilih siapa saja yang dikehendaki-Nya untuk menjadi muslim. Untuk dapat merasakan surga-Nya. Untuk dapat menerima ampunannya. Dan untuk dapat bertemu dengan-Nya. Ini semua adalah kehendak Allah.

Jika dapat ditemukan bahwa mereka yang menjadi kafir, ataupun lahir dan besar di kalangan Nasrani dan Yahudi menjadi kaya, terkenal, dsb. Itu pun atas kehendak Allah.

Dan kehendak Allah juga memilih mereka untuk jalan yang salah. Tidak ada yang salah dengan manusia dilahirkan sebagai Nasrani atau Yahudi. Tapi salah mereka sendiri, jika mereka mati dalam keadaan demikian. Karena segala apapun yang dimilikinya di dunia akanlah sia-sia. Tidak akan berbekas. Tidak juga bermanfaat bagi mereka di akhirat nanti.

Harta mereka. Paras mereka. Kekuasaan mereka. Popularitas mereka. Semuanya hangus dan hilang bagai butiran debu. Sungguh mereka adalah orang-orang yang merugi. Mereka menyia-nyiakan waktu mereka untuk hal yang tidak akan mereka dapati di akhirat nanti.

Begitu juga bagi muslim yang kufur akan nikmat Allah. Yang serakah pada dunia ini. Yang semena-mena terhadap makhluk lain. Yang tidak berpikir dan beriman. Mereka pun tak ubahnya seperti kaum Nasrani dan Yahudi. Mereka termasuk yang merugi. Namun itu dapat berubah, jika mereka mendapatkan cahaya kasih Allah.

Allah berkehendak untuk kepada siapa saja yang Ia berikan cahaya kasih-Nya. Kepada siapa saja yang hidup dalam terang. Dan siapa saja yang hidup di dalam kegelapan abadi.

Sesungguhnya umat yang paling kuat adalah umat Islam. Islam adalah agama yang akan tetap benar dan suci. Meskipun banyak yang mencoba mengotorinya. Islam adalah agama yang dijamin Allah hingga hari kiamat.

Dan Islam-lah yang akan menolong manusia dari segala tanda-tanda kiamat yang menipu manusia. Bersyukurlah aku dilahirkan di keluarga yang memegang agama Islam. Dan aku dijadikan Allah sebagai ibu yang kemudian memiliki anak pun dalam agama Islam. Dengan begitu perjuanganku dalam melahirkan pun tidak sia-sia. Aku mensyukuri-nya.

Aku tidak tahu apa jadinya jika aku memeluk agama lain. Kemanakah aku meminta bantuan? Kemanakah aku meminta perlindungan? Sedangkan perlindungan yang nyata hanya dari Allah. Bantuan yang nyata hanya dari Allah.

Dan aku pun mempersempit ruang pikiranku. Aku sadar. Seburuk-buruknya seorang muslim yang menjadi musuh. Jauh lebih baik dibandingkan seorang Nasrani dan Yahudi yang menjadi sahabat.

Allah itu nyata kehendak-Nya. Aku sadar kesalahanku. Dan aku pun kembali berpikir, bahwa ini adalah salah. Aku akan memperbaiki diriku.

Dan aku akan menuntun anakku. Untuk jauh lebih baik.

Aku hanya berharap, kehendak Allah baik untukku. Aku hanya berharap diberikan satu kesempatan padaku. Aku hanya menginginkan Allah menggenggam tanganku. Dan mengembalikan aku seperti dulu.

—Agnes–

Renungan Diri.

Kadang apa yang terlihat tidak selalu sama.

image

Bisa saja manusia bernampak seperti baik. Padahal di dalam dirinya tidak demikian.

Aku sering menemukan hal demikian. Entah apa yang mereka pikirkan. Namun yang pasti hal itu bukanlah hal yang baik tentunya.

–Agnes–

Tidak tahu apa yang aku rasakan.

Dari sekian banyak perasaan yang mudah diutarakan. Perasaan ini yang paling sulit untuk aku ungkapkan dan katakan dengan jujur.
Aku merasa ada hal yang mengganjal di dalam hati ini. Sulit untuk dapat ikhlas pada perasaan ini. Sulit untuk tidak iri dengan keadaan orang lain. Dan harus aku akui aku iri dengan orang lain. Dengan apa yang mereka miliki. Dan apa yang mereka jalani.

Subhanallah, inilah yang ingin aku keluarkan dari dalam diri ini. Mengakui dan menerima sebuah kenyataan bahwa hatiku sendiri merasa iri pada orang lain. Dan membuat aku ingin jauh lebih baik dari itu.

Kedengaran bullshit tapi itulah kenyataan yang aku alami dan apa yang aku pikirkan.

Aku harus bermetamorfosisi dalam hal ini. Aku harus berubah untuk diriku sendiri. Dan menjalani ini semua sebagai proses kehidupan.

Kehidupan bukanlah apa yang dinamakan sempurna. Melainkan adalah pembelajaran untuk sebuah perubahan.

Menerima dan mengakui diri sendiri itu menjadi lebih baik dari apapun.

Belajar tidak akan pernah cukup sampai akhir hayat.

–Agnes–

Dunia ini penuh dengan tekanan.

image

Jika berpikir ini cukup untukku. Maka sebenarnya ini sama sekali tidak cukup untuk diriku. Aku terlalu lelah untuk semua perasaan yang ada. Ini… itu… semua tekanan yang selalu menekan diriku. Dapatkah berhenti sampai disini saja. Ataukah aku harus menjalani sebagai karma akan masa lalu ku?

image

Tuhan, aku berharap rasa lelah ini segera hilang dari dalam diriku. Dimana aku mulai kehilangan akan diriku sendiri. Dan aku tak tahu harus ku bagaimanakan hidupku ini.

Lelah yang terasa membebani pikiran dan fisikku. Aku merasakan beban yang terlalu teramat sangat membebani ku.

Jika diam adalah sebuah jalan yang aku lakukan. Itu karena aku tak mampu lagi untuk berkata dan berbuat banyak di dalam hidup ini.

–Agnes

So tired.

Ketika semua terasa melelahkan. Maka hentikan saja semuanya. Sampai disini. Aku tidak mau memaksakan diri lebih lagi daripada ini.

Yang harus dilakukan adalah sendiri.

Pernahkah merasa bahwa ini semua adalah salah?

Bukan hanya merasa tapi juga disalahkan atau malah ditinggalkan. Aku selalu merasa demikian karena memang kenyataannya adalah demikian. Aku tidak mengerti apa yang dia pikirkan. Dia terasa asing dan sulit aku pahami. Ah… aku malas jika harus membahasnya sampai disini. Karena memang tidak akan ada jalan keluarnya.

Saat ini Nay sedang sedikit anget. Lalu apa yang harus aku lakukan? Tidak ada. Aku melakukan ini semua harus sendirian. Dan aku harus menerima ini semua sebagai konsekuensi atas keputusanku.

image

Cinta… jangan tanya aku tentang cinta. Aku sendiri tidak tahu apa itu cinta dengan lawan jenis. Apakah sama dengan nafsu? Ah… kembali yang aku tahu hanya cinta ibu kepada anaknya. Tidak lebih daripada itu.

Kenyataannya memang demikian. Aku harus mengakuinya. Bahwa aku sama srkali tak paham apa itu cinta. Hanya sekedar menjalani apa yang ada. Menjalani kehidupan yang ditakdirkan. Sampai… pada saatnya sendiri semua telah terjenti. Sangat sangat menakjubkan bukan?

Hahaha… hanya untuk diriku dengan pemikiran ku saja. Jangan coba kau pahami. Karena kau tak aka  mengerti.

#Agnes